Membuat sebuah dashboard training center itu sebenarnya nggak boleh asal-asalan saja. Banyak orang yang cuma fokus bikin tampilannya kelihatan keren atau canggih, tapi malah bikin tim yang memakainya jadi pusing sendiri. Padahal, tujuan utama dari adanya papan pantau digital ini adalah untuk memudahkan pekerjaan, bukan malah menambah beban pikiran karena datanya sulit dibaca. Kami ingin berbagi rahasia kecil bahwa sebuah desain yang bagus itu adalah desain yang bisa langsung dimengerti hanya dalam sekali lihat.
Kamu mungkin sering melihat tampilan aplikasi yang penuh dengan grafik warna-warni tapi nggak memberikan informasi yang jelas. Hal seperti itu justru harus dihindari kalau kamu ingin operasional tempat pelatihan kamu berjalan lancar. Tim kamu butuh informasi yang cepat untuk mengambil keputusan, misalnya tahu berapa banyak peserta yang sudah daftar hari ini atau siapa saja instruktur yang jadwalnya masih kosong. Kalau mereka harus mengklik banyak tombol dulu baru bisa tahu jawabannya, berarti ada yang salah dengan desain tersebut.
Cara Mendesain Dashboard Training Center yang Mudah Dipahami Tim
Kami akan menjelaskan langkah-langkah yang bisa kamu ikuti untuk menciptakan tampilan yang ramah bagi semua anggota tim. Intinya adalah bagaimana menyajikan data yang kompleks menjadi sesuatu yang sederhana dan enak dipandang. Proses ini memang butuh ketelitian, tapi kalau sudah jadi, hasilnya bakal sangat membantu produktivitas harian. Kamu nggak perlu menjadi ahli desain grafis untuk bisa memahami prinsip-prinsip dasar yang akan kami uraikan di bawah ini.
Ada tiga hal utama yang harus menjadi pondasi kamu saat mulai merancang. Hal pertama adalah soal kesederhanaan tampilan, kedua tentang penggunaan warna sebagai indikator, dan yang ketiga adalah cara menentukan prioritas data mana yang paling penting untuk dimunculkan. Mari kita bahas satu per satu supaya kamu makin paham bagaimana cara mengaplikasikannya secara nyata di lapangan.
Mengutamakan Prinsip Tampilan Sederhana Agar Tidak Berantakan
Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah menerapkan prinsip kesederhanaan pada seluruh area dashboard training center milikmu. Sederhana bukan berarti isinya kosong atau nggak ada informasinya sama sekali. Sederhana di sini artinya kamu hanya menampilkan apa yang benar-benar dibutuhkan saja tanpa ada gangguan visual yang nggak penting. Kamu harus ingat bahwa layar komputer atau tablet itu punya batas ruang yang sempit, jadi jangan paksakan semua data masuk ke dalam satu halaman depan.
Kami menyarankan kamu untuk memberikan ruang kosong yang cukup di antara satu kotak informasi dengan kotak informasi lainnya. Ruang kosong ini berfungsi agar mata tim kamu nggak cepat lelah saat harus melihat layar dalam waktu lama. Kalau semua angka dan grafik diletakkan berdempetan, tim kamu akan kesulitan untuk fokus pada satu poin tertentu. Kesederhanaan ini juga berlaku pada jenis tulisan atau font yang kamu gunakan. Pilihlah jenis tulisan yang bersih dan mudah dibaca dalam berbagai ukuran agar informasi tetap tersampaikan dengan jelas.
Selain itu, kamu sebaiknya menghindari penggunaan hiasan-hiasan yang nggak punya fungsi nyata. Misalnya penggunaan bayangan yang terlalu tebal atau garis-garis pemisah yang terlalu banyak. Gunakan garis atau kotak hanya jika itu memang diperlukan untuk mengelompokkan data yang berbeda. Jika tampilannya bersih, tim kamu akan merasa lebih nyaman dan nggak merasa terintimidasi oleh tumpukan data yang terlihat rumit. Inilah kunci utama agar semua orang di kantor, mulai dari admin sampai manajer, bisa menggunakan sistem tersebut dengan riang gembira.
Menggunakan Warna Indikator Sebagai Bahasa Visual yang Cepat
Setelah urusan tata letak selesai, sekarang saatnya kamu bermain dengan warna pada dashboard training center tersebut. Warna bukan cuma soal estetika atau biar kelihatan cantik saja, tapi warna adalah cara paling cepat untuk memberikan pesan kepada otak manusia. Kamu bisa menggunakan logika lampu lalu lintas yang sudah umum diketahui semua orang. Merah untuk sesuatu yang butuh perhatian segera, kuning untuk peringatan, dan hijau untuk sesuatu yang aman atau sudah selesai dikerjakan.
Misalnya saja, kamu bisa mengatur agar sistem secara otomatis memberikan warna merah pada angka piutang siswa yang sudah lewat jatuh tempo. Dengan begitu, tim admin kamu nggak perlu membaca daftar satu per satu, karena mata mereka akan langsung tertuju pada warna merah yang mencolok. Lalu kamu bisa memberikan warna hijau untuk kelas-kelas pelatihan yang jumlah pesertanya sudah penuh. Cara seperti ini akan memangkas waktu kerja tim kamu hingga berkali-kali lipat karena mereka nggak perlu lagi menebak-nebak status sebuah data.
Kami juga mengingatkan agar kamu nggak menggunakan terlalu banyak warna yang berbeda-beda dalam satu halaman. Cukup pilih tiga atau empat warna utama saja yang punya arti khusus. Kalau kamu memakai terlalu banyak warna seperti pelangi, fungsinya sebagai indikator malah akan hilang dan justru bikin bingung. Pastikan juga kontras warna antara tulisan dan latar belakangnya sudah pas. Jangan sampai kamu memakai tulisan warna kuning di atas latar belakang putih karena itu akan sangat sulit dibaca. Gunakan warna secara bijak agar informasi yang paling darurat selalu bisa tertangkap mata dengan cepat.
Menentukan Prioritas Data yang Paling Penting di Bagian Utama
Hal terakhir yang nggak kalah penting dalam mendesain dashboard training center adalah menentukan prioritas data. Kamu harus duduk bareng tim dan bertanya pada mereka tentang data apa yang paling sering mereka cari setiap harinya. Data-data inilah yang harus kamu letakkan di bagian paling atas atau di tengah halaman utama. Kamu nggak boleh memberikan porsi ruang yang sama untuk data penting dan data tambahan. Data yang sifatnya hanya sebagai pendukung sebaiknya diletakkan di bagian bawah atau di halaman yang berbeda.
Sebagai contoh, jumlah total pendaftaran bulan ini dan jadwal pelatihan hari ini biasanya adalah informasi yang paling dicari. Maka, buatlah kotak informasi untuk kedua hal tersebut dengan ukuran yang lebih besar dibandingkan data mengenai jumlah stok alat tulis di gudang. Dengan pembagian porsi yang tepat, tim kamu bisa langsung mendapatkan ringkasan kondisi bisnis pelatihan kamu hanya dalam waktu kurang dari lima detik setelah mereka masuk ke dalam sistem.
Kami sering melihat kesalahan di mana sebuah dashboard menampilkan grafik yang sangat detail tapi sebenarnya nggak terlalu dibutuhkan untuk kegiatan operasional sehari-hari. Sebaiknya kamu simpan data yang sangat detail tersebut dalam menu laporan khusus saja. Untuk halaman depan, cukup tampilkan angka-angka kunci atau Key Performance Indicators yang bisa menggambarkan kesehatan training center kamu secara umum. Jika prioritas datanya sudah benar, maka dashboard tersebut akan menjadi senjata yang sangat ampuh untuk membantu tim kamu bekerja lebih efektif dan efisien tanpa perlu banyak bertanya lagi.
Solusi Software Praktis dari Starfield untuk Kamu
Jika kamu merasa merancang semua itu dari titik nol terasa cukup melelahkan, kami punya kabar baik untuk kamu semua. Kami di Starfield menyediakan dashboard training center yang sudah jadi dan dirancang khusus dengan memperhatikan semua prinsip kemudahan di atas. Software yang kami tawarkan ini memiliki tampilan yang sangat lengkap namun tetap intuitif dan sangat mudah untuk digunakan oleh siapa saja di tim kamu. Kamu nggak perlu pusing memikirkan desain lagi karena kami sudah mengatur tata letak, warna indikator, dan prioritas datanya sedemikian rupa agar langsung siap pakai untuk memajukan bisnis pelatihan kamu.
Semoga artikel ini bisa memberikan kamu inspirasi baru dalam mengatur sistem di tempat kerja agar semua orang bisa bekerja dengan lebih bahagia.