Resep dokter merupakan tulisan dari dokter untuk Apoteker agar menyediakan serta menyerahkan obat untuk pasien yang sudah melaksanakan pemeriksaan. Resep dokter adalah obat-obatan bersifat khusus untuk menyembuhkan pasien. Orang yang tidak melakukan pemeriksaan dokter tidak boleh mendapatkan resep dokter meskipun jenis penyakitnya sama.
Setiap riwayat dan kondisi badan seseorang tentu berbeda-beda. Oleh karena itu, obat yang diresepkan dokter dengan dosis dan jenis yang sama untuk penderita penyakit yang sama terkadang bisa saja tidak efektif bahkan bisa menimbulkan efek samping.
Obat-obatan di apotek memiliki berbagai macam jenis dengan dosis yang berbeda-beda. Untuk memudahkan saat mengambil resep dokter di Apotek, apotek sendiri biasanya menggunakan Software Apotek untuk manajemen apotek dan memudahkan karyawan/ti untuk memberinya kepada pasien.
Jenis – jenis Obat
- Obat bebas
Logo lingkaran warna hijau menunjukkan bahwa obat tersebut termasuk obat bebas. Obat dengan logo ini bebas dibeli di pasaran tanpa menggunakan resep dokter. Seperti : Mylnta, Paracetamol
- Obat terbatas
Logo lingkaran warna biru menunjukkan bahwa obat tersebut termasuk obat terbatas. Obat dengan logo tersebut bebas dibeli tanpa adanya resep dokter, namun ada peringatan khusus jika menggunakan obat dengan logo lingkaran wana biru. Contohnya: Neozep dan Rhinos syrup
- Obat keras
Logo lingkaran warna merah ada huruf K didalamnya termasuk obat keras. Obat tersebut didapat jika menggunakan resep dokter. Contohnya : Cefadroxil dan Amoxicilin
Obat yang bisa dibeli tanpa menggunakan resep dokter adalah obat bebas dan obat terbatas. Obat keras bisa didapat jika menggunakan resep dokter. Setelah mendapatkan resep dokter kalian bawa resep dokter tersebut ke Apotek.
Dengan adanya Aplikasi Apotek memudahkan mengecek obat. Aplikasi tersebut merupakan Software Apotek yang digunakan untuk membantu mengelola bisnis atau usaha Anda salah satu contohnya adalah Apotek.
Unsur-unsur yang ada di Resep Dokter
Tulisan yang jelas dan sesuai kaidah dalam penulisan resep adalah resep dokter yang benar. Mari kita simak yang harus ada di dalam resep dokter
- Resep yang ditulis terdapat identitas dokter
Lembar resep terdapat nama dokter, surat izin praktek, nomor telepon dokter, alamat praktek, tanggal penulisan resep, nama kota tempat praktek, dan paraf dokter yang memberi resep. Dalam resep tersebut dilengkapi dengan jam dan hari praktek.
- Terdapat identitas pasien
Resep tersebut berisi identitas pasien dari nama, umur, jenis kelamin, alamat, berat badan, dan nomor telepon pasien.
- Legalitas
Tanda penutup ditambah dengan garis dan tanda tangan dalam resep dokter adalah sebagai tanda legalitas. Kalian bisa menebus obat yang sama menggunakan resep dokter atau tidak bisa menebus obat dengan resep yang sama.
Pasien boleh memiliki salinan resep dokter. Namun baiknya pasien tetap berkonsultasi ke dokter untuk menebus obat tersebut. dengan Software Apotek memudahkan karyawan/ti untuk memudahkan dalam melayani pelanggan.
- Informasi tentang obat
Terdapat dua bagian:
- Pertama yaitu simbol R adalah nama obat, dosis, dan bentuk obat baik bentuk tablet, kapsul, salep ataupun sirup serta jumlah obat.
- Kedua, simbol S atau aturan penggunaan obat. Misalnya obat diminum saat pagi atau malam, obat diminum setelah atau sebelum makan dan obat diminum 2 atau 3 kali sehari.
Simbol S juga menerangkan dosis yang boleh diminum. Misalnya : 3 ml, 1 ml sendok makan atau 1 kapsul. Cara pemakaian obat untuk salep misalkan dioleskan. Misalnya seperti obat yang harus dihabiskan meskipun sudah sembuh seperti obat antibiotik. Keterangan tersebut biasanya ditulis dengan singkat.